Di Era Digital, Cute Papa: Musisi Harus Melek Media Sosial

  • Bagikan
Cute Papa
Cute Papa (Gitaris Bertopeng)

KLIKINFO.ID, JAKARTA – Seiring teknologi dan perubahan sosial saat ini membuat seseorang menggunakan media sosial dengan segala tujuan. Lantaran platform media sosial adalah cara baru bagi para content creator ataupun musisi untuk berkembang dan terhubung dengan basis penggemar mereka.

Salah satunya Cute Papa yang memanfaatkan Platform seperti Tiktok untuk menghasilkan pergerakan dalam kariernya. Pasalnya, media sosial terus memberikan para musisi peluang yang sebelumnya hanya dapat mereka peroleh melalui perusahaan rekaman.

Cute Papa juga berbagi tips kepada siapapun yang ingin menjadi musisi ataupun content creator harus berkarya dengan cara yang unik. Bahkan ia meminta untuk juga membaca buku “Purple Cow” karya Seth Godin

Baca Juga :  Cerita Lucu saat Personel Band Roxx Manggung Pakai Baju Emak

“Mungkin yang lain bisa baca bukunya namanya Purple Cow karya Seth Godin, dia nulis ‘sedikit lebih beda jauh lebih baik daripada sedikit lebih baik’,” kata Cute Papa, dalam wawancara eksklusif Klikinfo.id.

“Jadi intinya jalannya yang harus cari yang unik-unik seperti Freddy misalnya main gitar sambil masak sampai masuk Wikipedia gitu,” tambahnya.

Gitaris bertopeng ini menilai musisi perlu memahami bahwa industri musik telah berubah. Berbeda dengan sekarang, maraknya internet dan platform media sosial telah merevolusi cara band membangun diri mereka sendiri.

“Menurut papa yang penting adalah ini semua tentang kontennya. Kita continue dulu isinya sereceh apapun atau seberat apapun ya coba aja. Kita gak pernah tahu mana yang meledak,” ujar Cute Papa.

Baca Juga :  Eet Sjahranie Ungkap Alasan Belajar Sound Engineering di Luar Negeri

Tak hanya itu, Cute Papa menyampaikan penting untuk dipahami bahwa setiap platform menuntut jenis konten yang berbeda, dan juga tergantung pada pasarnya. Bahkan audien berasal dari pendengar dan pemirsa yang tertarik oleh musisi melalui konten mereka.

“Kayak di Tiktok nih bikin konten udah sangar banget nih, kalah yang cuma nonton sekitar berapa puluh ribu. Ketika bikin konten ngobrol doang langsung tinggi. Berarti memang segmentasinya bisa ngikutin anginnya,” tutur Cute Papa.

“Sama kayak kita bikin single atau album kali ya, kadang-kadang meledak, kadang-kadang apes, yang penting orientasinya memang harus buat fun. Jangan terlalu mikir uang atau apa-apanya,” tambahnya.

Di sisi lain, Cute Papa menambahkan bahwa preferensi orang itu berbeda-beda. Ia menilai ketika kita hanya sekadar mengejar uang atau popularitas akan berakhir frustasi.

Baca Juga :  Terungkap! Ini Alasan Gan Gan Tergabung dalam Sahara Band

“Walaupun semua orang punya preferensi masing-masing. Soalnya kadang kalau kita mengejar uang, atau popularitas gitu gak nyampe-nyampe capek sih. Kita kecewa sendiri ya, akhirnya frustasi jadi memang harus fun aja,” tandas Cute Papa.

(Klikinfo.id/sha)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *