Jangan Stres! Ini Cara Menghadapi Atasan yang Toxic di Kantor

  • Bagikan
Foto Ilustrasi: cara menghadapi atasan toxic
Foto Ilustrasi: Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menghadapi seorang atasan toxic di kantor tempat Anda bekerja. (Istimewa)

KLIKINFO.ID, JAKARTA – Toxic merupakan istilah menggambarkan sebuah perilaku atau lingkungan yang berpotensi merugikan.

Fenomena toxic makin merajalela dalam berbagai aspek kehidupan saat ini.

Bahkan toxic menyasar berbagai konteks, mulai dari lingkungan, fisik hingga dalam interaksi sosial.

Seringkali terjadi sikap toxic atasan berdampak karyawan dan berujung menjadi stres ketika bekerja.

Sehingga karyawan tersebut menjadi tidak nyaman saat bekerja.

Lalu bagaimana cara menghadapi atasan yang toxic di kantor?

Menghadapi atasan toxic di kantor bisa menjadi tantangan yang berat.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menghadapi atasan toxic di kantor dirangkum Klikinfo.id dari berbagai sumber, Kamis (29/2/2024):

Menjaga Sikap Profesional

Tetaplah tenang dan jaga sikap profesional Anda meskipun dihadapkan dengan atasan yang sulit.

Berlindung Diri

Lindungi diri Anda dengan menghindari konflik langsung dan mencari cara untuk mengurangi interaksi negatif dengan atasan.

Komunikasi yang Jelas

Komunikasikan dengan jelas dan langsung ketika ada masalah, tetapi tetaplah hormat dan tidak konfrontatif.

Batasan yang Jelas

Tetapkan batasan yang jelas antara kehidupan profesional dan pribadi, hindari membawa masalah pekerjaan ke rumah.

Jaga Kesehatan Mental

Jaga kesehatan mental Anda dengan melakukan aktivitas yang menyenangkan di luar jam kerja, seperti olahraga atau hobi.

Mencari Dukungan

Cari dukungan dari rekan kerja atau teman di luar kantor untuk berbagi pengalaman dan mencari solusi bersama.

Mengambil Tindakan

Jika situasi terus memburuk, pertimbangkan untuk melaporkan perilaku toxic atasan Anda kepada pihak yang berwenang di perusahaan.

Belajar dari Pengalaman

Baca Juga :  Erick Thohir Dorong Timnas U-23 untuk Capai Olimpiade

Gunakan pengalaman ini sebagai pelajaran untuk mengidentifikasi jenis lingkungan kerja yang cocok untuk Anda di masa depan.

Mencari Solusi

Cobalah mencari solusi yang konstruktif untuk mengatasi masalah dengan atasan Anda, seperti mediasi atau pelatihan manajemen konflik.

Menjaga Keseimbangan

Tetaplah menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi Anda, dan jangan biarkan masalah di kantor mempengaruhi kebahagiaan Anda secara keseluruhan.

Penting untuk diingat bahwa Anda memiliki hak untuk bekerja dalam lingkungan yang sehat dan aman, dan Anda tidak seharusnya menerima perilaku toxic dari atasan atau siapapun di tempat kerja.

Ciri-Ciri Orang dengan Sikap Toxic

Mengutip Halodoc, sifat toxic bisa berasal dari diri sendiri maupun orang lain.

Nah, berikut ciri-ciri seseorang yang memiliki sifat toxic:

Orang toxic itu suka merendahkan

Orang yang toxic sering menggunakan kata-kata atau tindakan yang merendahkan orang lain.

Mereka mungkin menghina, mem-bully, atau mencemooh untuk memperkuat perasaan superioritasnya.

Menciptakan drama dan konflik

Mereka juga sering menciptakan konflik yang tidak perlu dan membesar-besarkan masalah kecil.

Orang tersebut suka berada dalam pusat perhatian dan menciptakan drama untuk memanipulasi situasi dan mendapatkan perhatian dari orang lain.

Mengendalikan dan memanipulasi

Seseorang dengan sifat buruk ini manipulatif dan mengendalikan untuk mendapatkan keinginan mereka.

Ada saja taktik untuk melakukannya seperti memaksakan kehendak, membuat orang lain merasa bersalah, atau mengancam agar orang lain melakukan apa yang mereka inginkan.

Kurangnya empati pada orang yang toxic

Ciri lainnya adalah kurang empati terhadap perasaan dan kebutuhan orang lain.

Baca Juga :  PLN Umumkan Tarif Listrik Periode April-Juni 2024 Akan Tetap Stabil

Mereka tidak peduli dengan dampak negatif yang ditimbulkan pada orang lain dan kurang mampu memahami perspektif orang lain.

Menyalahkan orang lain

Tidak mau mengakui kesalahan mereka sendiri termasuk ciri-cirinya.

Mereka tidak mau mengakui kesalahannya sendiri dan sering kali menyalahkan orang lain atas kegagalan atau masalah yang mereka hadapi.

Dirinya enggan bertanggung jawab atas tindakannya sendiri.

Sering membawa energi negatif

Orang toxic sering membawa energi negatif ke dalam lingkungan.

Selain itu, mereka selalu mengeluh, bersikap pesimis, atau menyebarkan kecemasan dan ketidakpuasan di sekitarnya.

Ketergantungan emosional

Tanda-tanda lainnya adalah sering bergantung pada orang lain secara emosional dan mencoba mengendalikan kehidupan dan kebahagiaan orang lain.

Mereka mungkin menuntut perhatian dan dukungan terus-menerus, dan menjadi cemburu atau posesif terhadap hubungan orang lain.

Mengisolasi orang lain

Bukan itu saja, orang tersebut bisa mencoba mengisolasi orang lain.

Caranya dengan menghalangi hubungan mereka dengan orang lain.

Tujuannya untuk menjaga kontrol dan mengurangi kemungkinan orang lain mencari bantuan dari luar.

Cara Menghilangkan Sikap Toxic

Menghilangkan sifat toxic bisa dibilang tidak mudah.

Prosesnya cukup kompleks dan butuh kesadaran dari diri sendiri.

Tidak cukup sampai disitu, butuh kerja keras secara konsisten mengubah sifat negatif ini.

Nah, berikut beberapa cara menghilangkan sifat yang toxic:

Tumbuhkan kesadaran diri

Pertama-tama, akui bahwa ada perilaku atau sifat yang toxic dalam diri diri.

Cobalah berintrospeksi dan berani mengakui kalau perilaku yang kita lakukan adalah salah.

Hal ini bisa menjadi langkah yang paling awal menuju perubahan.

Baca Juga :  Atalia Praratya Angkat Bicara Terkait Keputusan Anaknya Lepas Hijab

Dapatkan pemahaman

Selanjutnya, kamu perlu mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai perilaku toxic beserta dampaknya.

Caranya, kamu bisa membaca buku, mengikuti kelas atau menemui psikolog.

Hal tersebut bisa membantu kamu untuk mempelajari sifat-sifat negatif dan bagaimana cara untuk mengubahnya.

Bertanggung jawab

Kemudian, ambil tanggung jawab atas berbagai perilaku toxic yang pernah dibuat serta dampaknya terhadap orang lain.

Jangan ragu atau malu untuk mengakui kesalahan dan menerima konsekuensinya.

Ciptakan komunikasi yang sehat

Langkah selanjutnya adalah mempelajari cara berkomunikasi yang efektif dan sehat.

Hindari perilaku manipulatif, menghina, atau mengendalikan selama berinteraksi dengan orang lain.

Belajar mendengarkan dengan empati, menghormati pendapat orang lain dan jujur.

Batasi atau hindari hubungan yang merugikan

Apabila kamu terjebak dalam hubungan yang toxic, pertimbangkan untuk membatasi interaksi dengan orang tersebut.

Jika bisa, hindari orang yang toxic sepenuhnya.

Sebab, penting untuk hidup dalam lingkungan yang sehat dan mendukung demi kesehatan mental.

Ubah pola pikir

Lalu, kamu juga perlu mengubah pola pikir negatif dan merugikan menjadi lebih positif dan konstruktif.

Latih diri untuk mengakui dan menghargai kebaikan dalam diri sendiri dan orang lain.

Fokus pada solusi daripada masalah.

Minta dukungan dan bantuan

Jika perlu, cari dukungan dari teman, keluarga, atau psikolog yang bisa membantu kamu selama proses perubahan dan pemulihan.

Psikolog atau konselor dapat membantu memahami akar penyebab perilaku toxic dan memberikan strategi yang tepat untuk berubah.

(Klikinfo.id/RAM)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *