Wisata Phuket Maju, Hotman Paris: Pemerintah dan Penduduk Thailand Tidak Otak Kerdil!

  • Bagikan
Hotman Paris dan Wisata Phuket Thailand
Hotman Paris Hutapea alias Hotman Paris mengunggah sebuah video berdurasi pendek mengenai kemajuan wisata Kota Phuket, Thailand di akun Instgramnya, @hotmanparisofficial, Selasa (6/2/2024). (Kolase Klikinfo.id/Instgram @hotmanparisofficial)

KLIKINFO.ID, JAKARTA – Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea alias Hotman Paris mengunggah sebuah video berdurasi pendek, di akun Instgaramnya, @hotmanparisofficial.

Dikutip redaksi Klikinfo.id, video berdurasi singkat yang diunggah Hotman Paris yakni kondisi terkini pariwisata di Phuket, Thailand.

Dalam postingan itu, Hotman Paris memuji habis-habisan kemajuan pariwisata Thailand yang ramai akan wisatawan.

“Sesudah libur tahun baru yaitu 6 feb 2024 kota phuket ,thailan full turis! Hari biasa bukan musim libur!” tulis akun @hotmanparisofficial.

Hotman Paris mengungkap penyebab Thailand kini ramai akan turis, sehingga membuat pariwisatanya semakin maju

“Karena Pemerintah & Penduduk thailand tidak otak kerdil dan tidak munafik maka Parawisatanya maju ketat!!” tulis akun @hotmanparisofficial.

Baca Juga :  Hotman Paris Sindir Ahok: Dunia Usaha Butuh Kedamaian

Mengutip Wikipedia, Thailand, adalah sebuah negara di Asia Tenggara yang berbatasan dengan Laos dan Kamboja di timur, Malaysia dan Teluk Siam di selatan, dan Myanmar dan Laut Andaman di barat.

Kerajaan Thai dahulu dikenal sebagai Siam sampai tanggal 11 Mei 1949. Kata “Thai” (ไทย) berarti “kebebasan” dalam bahasa Thai, tetapi juga dapat merujuk kepada suku Thai.

Ssehingga menyebabkan nama Siam masih digunakan di kalangan warga negara Thai terutama kaum minoritas Tionghoa dan Amerika.

Orang-orang Thailand bermigrasi dari Yunnan Tiongkok ke daratan Asia Tenggara selama berabad-abad.

Referensi paling awal yang diketahui tentang kehadiran mereka di wilayah tersebut berkaitan dengan pengasingan orang Siam di prasasti abad ke-12 di kompleks kuil Khmer Angkor Wat di Kamboja yang menyebut mereka “palsu” atau “perang lama”.

Baca Juga :  Alasan Hotman Paris Unggah Video Siswa di China Menangis

Daerah itu pernah dikuasai oleh berbagai pemerintah negara bagian India seperti Mon, Kekaisaran Khmer, dan negara-negara Melayu, bersaing dengan negara-negara seperti Ngoenyang Thailand, Sukhothai, kerajaan Chiang Mai, Lan Na dan Ayutthaya juga saling bertentangan.

Orang-orang Eropa tiba pada abad ke-16, dimulai dengan misi diplomatik Portugis ke Ayutthaya pada tahun 1511.

Abad-abad berikutnya melihat berbagai kekuatan kolonial Eropa menduduki wilayah-wilayah di IndoTiongkok.

Di mana Thailand kehilangan sebagian besar wilayahnya oleh Prancis dan Inggris tetapi tetap satu-satunya.

Negara-negara Asia Tenggara yang selamat dari pendudukan.

Sejak pemerintahan Raja Rama IV pada pertengahan abad ke-19, Thailand telah berkampanye untuk memodernisasi negara sesuai dengan standar Barat.

Baca Juga :  Siapakah Manusia Paling Pintar Setelah Albert Einstein?

Hal ini menyebabkan transisi dari monarki absolut ke monarki konstitusional pada tahun 1932.

Tetapi 60 tahun berikutnya melihat pemerintahan militer dan demokratis berganti, dengan kudeta terbaru pada Mei 2014.

Thailand adalah anggota pendiri Asosiasi Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN) dan tetap jadi sekutu utama Amerika Serikat.

Meskipun ada perubahan kepemimpinan yang relatif sporadis, itu dianggap sebagai kekuatan regional di Asia Tenggara dan kekuatan menengah dalam urusan global.

Dengan tingkat perkembangan manusia yang tinggi, ekonomi terbesar kedua di Asia Tenggara, dan terbesar ke-20 oleh PDB, Thailand digolongkan sebagai ekonomi industri baru; manufaktur, pertanian, dan pariwisata adalah sektor-sektor utama perekonomian.

(Klikinfo.id/RAM/Wikipedia)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *